Feeds:
Pos
Komentar


Jadi bikers di Indonesia, khususnya kota besar macam Jakarta, Surabaya, Medan memang banyak seninya. Misalnya, saat keluar dari padatnya lampu merah. Gas pol dan seenaknya ambil jalur.

lmpu2

Kasus senggolan antar bikers begitu lampu merah berganti hijau sering terjadi. Bisa-bisa mampir ke rumah sakit. Untuk itu, ada beberapa jurus yang bisa dilakukan untuk menghindari.

Pelajari gerak-gerik pengendara lain. Jangan macam pembalap lihat lampu start. Sampeyan nggak bakal dapat piala atau kangtaw. Sabar sedikit lihat arah motor. “Kita harus tahu jalur mana yang akan diambilnya,” kata Joel Deksa Mastana, instruktur safety riding.

Memahami kemauan orang lain bukan perkara mudah. “Kalau mereka menyalip jalur, sebaiknya kita bertahan dengan memperlambat motor,” lanjut instruktur berambut lurus ini lagi.

Begitu juga dengan jalur kita sendiri. Kalau padat, ambil lurus saja. Jangan zig-zag. Ingat, ugal-ugalan sangat berisiko. Menyalip atau pindah ‘racing line’ intip dulu posisi belakang.

Jika dirunut lagi, perilaku mengambil posisi lewat garis putih di lampu merah jelas melanggar aturan lalu lintas. Motor mesti sabar antre di posisi kiri. Sekali lagi, di posisi kiri, Bro!

Kadang memang banyak hal yang membuat kita enggak tahan untuk segera maju. Tapi sekali lagi ingat untuk selalu tertib di jalan dan mencoba mengedepankan safe. Ingat, tidak ada pemenang atau juara di jalan raya!

Sumber: Motor Plus

Ayo ngaku! Banyak brother nggak begitu nganggep penting spion. “Estetika masih jadi pertimbangan utama ketimbang fungsi. Tapi buat gue penting kok, apalagi yang kanan.

“Dalam padatnya lalu lintas, spion pabrikan yang panjang malah ganggu. Bisa ‘nabrak’ mobil atau senggolan dengan bikers lain.

clip_image0012

“Spion part dari motor yang dibutuhkan untuk kenyamanan (comfortable) dan keamanan (safety). Masuk komponen fungsional dan bukan variasi,”

“Pembuat spion masih lalai soal pertimbangan ergonomis (comfortable & safety). “Sayang fungsinya bergeser menjadi pemanis tampilan,
bikers berhak memperoleh kenyamanan dan keamanan sesuai aturan lalu lintas. Khusus spion, rider harus mampu melihat belakang dengan leluasa dalam posisi normal. Kemampuan melihat kaca spion dalam posisi kepala tegak lurus menghadap ke arah depan, tanpa harus menoleh atau memposisikan kepala.

“Umumnya manusia dapat melihat secara normal tegak lurus ke arah depan sekitar 10o ke arah atas dan bawah, serta 15o ke arah kiri-kanan. Ini disebut garis penglihatan normal (normal sight line).

Areal itu tergabung dalam zona optimum untuk posisi part yang berkaitan dengan aspek visual yang kritis atau harus selalu terlihat. Zona ini sangat baik untuk lokasi spion. Toleransi maksimum untuk peletakan spion ini sekitar 30o dari posisi kepala tegak lurus (standard sight line).

Jadi menurutnya, letak spion yang memenuhi persyaratan ergonomis minimal berada pada zona pandangan visual non kritis (sekitar 30o dari posisi mata normal). Makanya perlu diatur sudut pandang yang tepat.

“sekitar 50 persen jangkauan pantau spion yang benar-benar dipakai untuk melihat posisi belakang. Sisanya, terpakai oleh pantulan bayangan bahu pengendara.ada perbandingan dari beberapa produk. Mewakili bebek dan skubek ia menilik Suzuki Spin 125 dan Kymco. Sedang di motor laki, dipakai sample Honda Mega Pro dan Suzuki Thunder.

Spin 125 diposisikan sejajar dengan handel. Posisi ini mengakibatkan area pantau berfungsi sekitar 50-60 persen dan sisanya terpakai oleh bayangan pantul bahu pengendara. Desainnya diusahakan lebih melebar ke samping sehingga dapat menjangkau pantauan ke arah belakang lebih luas.

Untuk kondisi ini diperlukan kesabaran pengendara mengatur sudut dan posisi spion agar diperoleh jangkauan terhadap objek pantau itu. Kymco menurut Edi terletak lebih luar dari garis tepi setang kendali. Memungkinkan mendapatkan area pantau lebih luas. Kemungkinan terhalang bahu atau tangan pengendara cukup kecil.

“Mereka memandang penting spion sebagai bagian integral motor untuk keperluan fungsional, nyaman dan safety.

Di motor laki, Mega Pro dipasang sejajar dengan handle hingga area pantau mencakup 50-60 persen juga. Tapi desainnya mengejar bentuk spion yang mampu mengakomodasi objek pantau yang lebih luas dengan menambahkan bagian bawah suatu sudut untuk pantauan vertikal. “Posisi Thunder sama dan mencakup area pantau 50-60 persen juga. Desainnya lebih melebar ke samping, sehingga menjangkau ke belakang lebih luas.

Makanya rider harus jeli dan seksama mengatur posisi agar diperoleh jangkauan ideal. “Bila dicermati, spion Suzuki Thunder sama dengan Suzuki Spin 125.

Sebagai penutup demi kesadaran bikers. “Jangan karena ingin ringkas dan minimalis lantas mengganti spion pabrikan dengan variasi yang lebih kecil. Lembaga perlindungan konsumen dan polisi juga lebih giat lagi mengkampanyekan spion ideal pada pengguna motor.

Sumber : Motor Plus

Tiger Club

Hidup saat ini dirasakan lebih susah oleh beberapa lapisan masyarakat. Terlebih lagi belum lama ini kenaikan harga bahan baker minyak juga memicu kenaikan harga-harga kebutuhan rumah tangga yang membuat masyarakat kurang mampu lebih menderita. Hal negative akibat dari kondisi ini adalah adanya kemungkinan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan menggunakan cara-cara tidak terpuji. Salah satunya adalah pencurian sepeda motor. Berikut ini ada beberapa tips yang diterjemahkan secara bebas dari artikel Motorcycle Safety Foundation mengenai pencegahan pencurian terhadap kendaraan roda dua.
Seri tips singkat yang diterjemahkan bebas dari artikel Motorcycle Safety Foundation kali ini akan membahas mengenai tips mencegah anda menjadi korban pencurian kendaraan bermotor.

Kunci kontak Anda dan simpan kuncinya. Sebagian besar pencurian motor terjadi ketika kontak pada posisi off tetapi motor dalam kondisi tidak terkunci.
Kunci garpu depan atau cakram dengan kunci yang besar dengan warna yang menyolok.
Jika bepergian dengan pengendara lain, kunci kendaraan Anda bersamaan ketika tidak digunakan.
Jika berkendara sendiri, kunci kendaraan Anda ke tempat yang aman, dan tidak dapat dibongkar semisal tiang lampu.
Pasang alarm di motor Anda.
Ketika berpergian dan menginap di hotel/losmen, carilah kamera sekuriti dan parkir kendaraan Anda dalam jangkauan penglihatan kamera. Jika tidak mungkin, parkir kendaraan Anda dekat dengan kamar.
Selalu perhatikan kendaraan Anda. Ketika memarkir di keramian, cek kendaraan Anda secara periodik, utamanya setelah meninggalkan kendaraan Anda dan pastikan tidak ada orang mencurigakan yang mengintai kendaraan Anda.
Jika parkir di garasi, blokir motor Anda dengan mobil, tutup pintu garasi dan pastikan terkunci.
Jangan simpan BPKB Anda di bagasi, tempat barang atau kantong sadel. Tempat teraman untuk BPKB adalah di rumah.
Beri tanda unik dan ambil gambar kendaraan Anda. Jika pencuri mengambil kendaraan Anda, tunjukkan tanda unik dari kendaraan Anda ke kepolisian menggunakan foto yang Anda ambil.
Pastikan STNK dan Kartu Asuransi ada pada Anda ketika berkendara.
Berhati-hati memberikan informasi yang bersifat privat baik di tempat tinggal, kerja maupun tempat lain.

Jika Anda mempunya kendaraan besar dan kadang menggunakan trailer untuk mengangkut motor, ikuti petunjuk di bawah ini:
Parkir trailer di tempat terang dekat kamera sekuriti atau area yang mudah terlihat dari restoran, hotel atau staf hotel.
Kunci pintu trailer dan pasang palang trailer.
Amankan pintu trailer dengan cara memepetkan pintu dekat tembok, sehingga tidak ada cukup ruang untuk membuka pintu trailer.
Kenali identifikasi trailer dan plat nomor yang tertera.
Ketika menyetir pulang, yakinkan Anda tidak dibuntuti.

Pedoman mencegah pencurian ketika menjual motor:
Menggunakan identitas palsu telah jamak dalam pencurian motor. Jangan berikan BPKB sampai Anda memastikan cek atau transfer valid dan telah masuk ke rekening. Kirimkan BPKB dengan surat ke pemilik baru.
Tanya nama pembeli, alamat, tanggal lahir dan nomor SIM. Minta pembeli untuk memperlihatkan SIM dan cocokkan dengan informasi yang dia berikan dengan SIM tersebut.
Ekstra waspada terutama kepada pembeli dari luar daerah.
Yakinkan pembeli potensial tidak diantar oleh orang lain dan berencana untuk mencoba kendaraan anda. Jika ia berencana untuk mencoba, pastikan kendaraan yang dipergunakan untuk mengantarnya memiliki nilai sama atau lebih besar dari nilai kendaraan Anda yang akan dicoba.
Cek SIM pembeli memperbolehkan pembeli mengendarai motor yang Anda jual.
Tidak wajib menyerahkan BPKB kepada pembeli secara langsung. Dokumen tertulis yang ditandatangani penjual dan pembeli dapat berfungsi sebagai bukti pembelian. Anda dapat mengirim BPKB kepada pembeli setelah cek dicairkan.
Jika Anda memutuskan menjual motor secara kredit, jangan memberikan BPBK kepada pihak yang bertindak sebagai dealer sampai Anda telah menerima uang secara utuh. Pastikan dealer merupakan dealer yang terpercaya sebelum Anda memberikan kepercayaan sebagai agen.

Enjoy and protect yourself from a crime

di sadur dari  artikel Motorcycle Safety Foundation – http://www.msf-usa.org/

ban.jpg
Ban, piranti yang memegang peranan vital pada sepeda motor. So merawat si bundar ini sudah pasti menjadi ritual wajib bagi pengendara sepedamotor, selain sebagai penghematan, merawat ban dengan benar juga turut menjaga keselamatan pengendara maupun penumpangnya.
Tekanan udara ban yang tak tepat sangat mempengaruhi keseimbangan dan stabilitas laju sepeda motor. Jangan pernah memakai ban lain kecuali yang ditetapkan oleh pabrikan sepeda motor karena fungsi ban yang sangat vital bagi sepeda motor Anda perlu mengetahui penyebab kerusakannya seperti:

Ban bocor

Periksalah apakah pentil ban mengalami kebocoran. Untuk memeriksanya lepaskanlah tutup pentil dan taruhlah air sabun di atas lubang pentil. Bila air sabun membentuk gelembung udara, bisa dipastikan pentil tersebut bocor. Bila bocor keraskanlah pentil tersebut dengan memakai alat pengencang pentil yang ada di tutup pentil. Tetapi bila masih bocor, pentil tersebut rusak dan harus diganti dengan yang baru. Periksalah apakah ban terkena paku atau benda-benda tajam lainnya.

Ban aus secara abnormal

Periksalah apakah tekanan ban sudah benar. Jika telapak atau tread ban telah aus, ban mudah tertusuk dan rusak. Tekanan ban harus disetel supaya sesuai beban pada sepeda motor. Jangan sampai sepeda motor dibebani berlebihan karena dapat menyebabkan ban cepat rusak.

Ban berputar tak teratur

Periksalah apakah ban berputar sudah seimbang dan periksa apakah jari-jari telah dikencangkan secara benar? Tak ada salahnya juga anda mencermati dan memperhatikan hal berikut:

Perhatikan kapasitas muatan sepedamotor Anda meskipun kecepatan sepedamotor juga ambil peranan penting dalam hal ini. Sesuaikan ban dengan kondisi jalan yang dilewati.

Tekanan

Periksa secara rutin tekanan angin (baiknya setiap hari pada saat udara dingin). Samakan tekanan angin antara yang depan dan belakang. Sebab laju sepedamotor yang tidak seimbang berbahaya sekali buat mengendarai dan pengereman.

Jarak tempuh

Periksa jarak tempuh dan sisi luar ban, untuk menjaga keselamatan. Setiap 10.000 km keseimbangan dan kelurusan ban harus dicek. Apalagi bila sering digunakan dengan kecepatan tinggi. Lakukan rotasi diantara kedua ban. Sebaiknya gunakan ban dengan diameter yang ditentukan dari standar sepedamotor Anda.

Selain jarak tempuh, suhu dan cuaca juga mempengaruhi keawetan ban juga. Kondisi jalan yang panas pada musim kemarau menyebabkan usia ban bertambah lebih pendek dibandingkan musim hujan. Selain itu cara mengemudi dari pengendara juga bisa mempengaruhi keawetan ban tersebut. Cara memulai jalan yang mendadak dan pengereman mendadak, berpengaruh besar dengan keawetan ban.

Demi keselamatan, kenyamanan dan keawetan usia ban cobalah selalu menjalankan sepedamotor Anda dengan baik dan benar.

Perangkat pemercik api ini ternyata bisa digunakan untuk mendeteksi kondisi mesin dengan memperhatikan warna ujung elektroda.
Bila berwarna abu-abu terang atau coklat kemerahan, Anda tenang saja karena berarti mesin berada dalam kondisi fit baik itu kondisi mesin, waktu pengapian dan setting mesin.

Bila ujung insulator, elektroda dan busi tertutup jelaga hitam serta sisa pembakaran yang halus dan kering, sebaiknya Anda segera memeriksa mekanisme cuk,saringan udara dan kalau perlu mengganti busi. Kemungkinan ada yang tidak pas dengan onderdil-onderdil itu. Kalau diabaikan maka konsumsi bahan bakar akan boros, asap berwarna hitam dan sukar start saat mesin dingin.

Warna ujung insulator yang kuning agak coklat muda dan mungkin muncul warna hijau biasanya menunjukkan kemungkinan bensin atau oli yang tercemar air atau aditif yang kurang cocok. Akibatnya, mesin loyo, lamban berakselerasi, terengah-engah dan knalpot meledak-ledak.

Jadi rajin-rajinlah membersihkan dan merawat busi. Karena busi yang terawat akan mendukung mesin bekerja dengan baik. Bersihkan busi setiap 2.500 km dan gantilah bila telah menempuh 20.000 km

MEMILIH PELUMAS YANG BAIK DAN BENAR …?

Pelumas adalah bahan penting bagi kendaraan bermotor. Memilih dan menggunakan pelumas yang baik dan benar untuk kendaraan bermotor anda, merupakan langkah tepat untuk merawat mesin dan peralatan kendaraan agar tidak cepat rusak dan mencegah pemborosan.

Umum beranggapan bahwa fungsi utama oli hanyalah sebagai pelumas mesin. Padahal oli memiliki fungsi lain yang tak kalah penting, yakni antara lain sebagai; Pendingin, Pelindung dari Karat, Pembersih dan Penutup Celah pada Dinding Mesin.

Semua Fungsi tersebut adalah sangat erat berkaitan; sebagai Pelumas, Oli akan membuat gesekan antar komponen di dalam mesin bergerak lebih halus, sehingga memudahkan mesin untuk mencapai suhu kerja yang ideal. Selain itu Oli juga bertindak sebagai fluida yang memindahkan panas ruang bakar yang mencapai 1000-1600 derajat Celcius ke bagian lain mesin yang lebih dingin.

Dengan tingkat kekentalan yang disesuaikan dengan kapasitas volume maupun kebutuhan mesin. Maka semakin kental oli, tingkat kebocoran akan semakin kecil, namun disisi lain mengakibatkan bertambahnya beban kerja bagi pompa oli.

Oleh sebab itu, peruntukkan bagi mesin kendaraan Baru (dan/atau relatif Baru berumur dibawah 3 tahun) direkomendasikan untuk menggunakan oli dengan tingkat kekentalan minimum SAE10W. Sebab seluruh komponen mesin baru (dengan teknologi terakhir) memiliki lubang atau celah dinding yang sangat kecil, sehingga akan sulit dimasuki oleh oli yang memiliki kekentalan tinggi.

Selain itu kandungan aditif dalam oli, akan membuat lapisan film pada dinding silinder guna melindungi mesin pada saat start. Sekaligus mencegah timbulnya karat, sekalipun kendaraan tidak dipergunakan dalam waktu yang lama. Disamping itu pula kandungan aditif deterjen dalam pelumas berfungsi sebagai pelarut kotoran hasil sisa pembakaran agar terbuang saat pergantian oli.

SPESIFIKASI OLI

Semakin banyaknya pilihan oli saat ini, tidak semestinya membuat bingung. Ada beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan Acuan; antara lain, kenali karakter kendaraan anda (spesifikasi mesin serta lingkungan dimana mayoritas anda berkendara (suhu, kelembaban udara, debu, dsbnya.).

Tingkat kekentalan oli yang juga disebut “VISKOSITY-GRADE” adalah ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur tertentu menjadi prioritas terpenting dalam memilih Oli. Kode pengenal Oli adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya, menunjukkan tingkat kekentalan oli tersebut. SAE 40 atau SAE 15W-50, semakin besar angka yang mengikuti Kode oli menandakan semakin kentalnya oli tersebut.

Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakang angka awal, merupakan singkatan dari Winter. SAE 15W-50, berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 10 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun. Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE.

Mutu dari oli sendiri ditunjukkan oleh kode API (American Petroleum Institute) dengan diikuti oleh tingkatan huruf dibelakangnya. API: SL, kode S (Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua mununjukkan nilai mutu oli, semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin baik dalam melapisi komponen dengan lapisan film dan semakin sesuai dengan kebutuhan mesin modern.

§ SF/SG/SH – untuk jenis mesin kendaraan produksi (1980-1996)
§ SJ – untuk jenis mesin kendaraan produksi (1996 – 2001)
§ SL – untuk jenis mesin kendaraan produksi (2001 – 2004)

Perhatikan peruntukan pelumas, apakah digunaan untuk pelumas mesin bensin, atau diesel (2 tak atau 4 tak), peralatan industri, dan sebagainya. Untuk memilih kualitas pelumas yang cocok, kita dapat mengacu pada API Service (American Petroleum Institute), JASO (Japan Automotive Standard Association), ACEA (Association Des Constructeurs Europeens d’ Automobiles), DIN (Deutsche Industrie Norm), dan lain-lain yaitu acuan untuk kerja (performance) pelumas berdasarkan standar yang dikeluarkan oleh lembaga independen industri pelumas international.

Semua oli baik mineral maupun synthetic sama-sama ada standar APInya. Oli mineral biasanya dibuat dari hasil penyulingan sedangkan oli synthetic dari hasil campuran kimia. Bahan oli synthectic biasanya PAO (PolyAlphaOlefin). Jadi oli Mineral API SL kualitasnya tidak sama dengan oli Synthetic API SL.

Oli synthetic biasanya disarankan untuk mesin2 berteknologi terbaru (turbo, supercharger, dohc, dsbnya) juga yang membutuhkan pelumasan yang lebih baik (racing) dimana celah antar part/logam lebih kecil/sempit/presisi dimana hanya oli synthetic yang bisa melapisi dan mengalir sempurna. Oli synthetic tidak disarankan untuk mesin yang berteknologi lama dimana celah antar part biasanya sangat besar/renggang sehingga bila menggunakan oli synthetic biasanya menjadi lebih boros karena oli ikut masuk keruang pembakaran dan ikut terbakar sehingga oli cepat habis dan knalpot agak ngebul.

Berikut beberapa keunggulan oli synthetic dibandingkan oli mineral :

§ Lebih stabil pada temperatur tinggi
§ Mengontrol/Mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin
§ Sirkulasi lebih lancar pada waktu start pagi hari/cuaca dingin
§ Melumasi dan melapisi metal lebih baik dan mencegah terjadi gesekan antar logam yang berakibat kerusakan mesin
§ Tahan terhadapan perubahan/oksidasi sehingga lebih tahan lama sehingga lebih ekonomis dan efisien
§ Mengurangi terjadinya gesekan, meningkatkan tenaga dan mesin lebih dingin
§ Mengandung detergen yang lebih baik untuk membersihkan mesin dari kerak

Jadi untuk mesin yang diproduksi tahun 2001 keatas disarankan sudah menggunakan oli yang bertipe synthetic baik semi synthetic (campuran dengan mineral oil) atau fully-synthetic.

Note: Kalau untuk pemakaian sehari-hari cukup yang semi synthetic.

Oli untuk motor sampai saat ini belum dapat informasinya yang sudah API SL.
Oli motor synthetic hampir semuanya baru SJ, kalo mineral mungkin baru SG/SH.

Mineral Oil :
§ Sprinta 2000 : SAE 20W-50, API SG
§ Evalube 4T : SAE 20W-50, API SF
§ Mesran Super : SAE 20W-50, API SG
§ Enduro 4T : SAE 20W-50, API SG
§ Penzoil Motorcycle 4T : SAE 20W-50, API SF

Oli yang bagus (biasanya synthetic) mampu memberikan lapisan film tipis yang pada komponen metal yang bergerak yang mana berguna untuk mengurangi gesekan komponen metal sehingga suara mesin jadi lebih halus dan tarikan lebih mantap.

Pada intinya milih oli hampir sama dengan milih bini (cocok2an) tapi ada garis besarnya yang bisa di-ikuti :
§ Disarankan jangan menggunakan oli untuk mobil ke motor anda sebab ada bahan di-oli mobil yang harus dikurangi bahkan dihilangkan tetapi di motor harus agak banyak untuk meredam gesekan karena putaran mesin motor lebih tinggi dan lebih berat kerjanya.
§ Motor tahun 2001 keatas disarankan menggunakan Oli API SG keatas misal API SH/SJ atau SL. SAE bisa 20w50 atau 10w40. Usahakan yang Semi Sintetik karena lebih licin sehingga bisa masuk kecelah2 metal mesin yang sempit dan tahan oksidasi sehingga kualitas oli tidak gampang rusak dan mesin jadi lebih bersih dan tentunya tarikan jadi lebih mantap.

Disarankan juga untuk menggunakan Pelumas yang memiliki dan mencantumkan Nomor Pelumas Terdaftar Untuk melindungi kepentingan masyarakat atas mutu pelumas yang beredar di dalam negeri pelumas sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1693.K/34/MEM/2001 tanggal 22 Juni 2002. Pelumas yang memiliki NPT adalah pelumas yang telah memenuhi persyaratan administratif dan teknis serta lulus uji laboraturium terakreditasi yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal MIGAS. NPT dapat diidentifikasikan dengan 12 digit huruf dan angka Contoh : DEPTAMBEN RI NPT : AB25E4110199 atau DESDM RI NPT : AC66E1054104.

MITOS

Minimnya pengetahuan tentang perkembangan teknologi pelumas, menyebabkan timbulnya banyak mitos di masyarakat. Sebagai contoh, saat mengganti oli mesin … oli bekas berwarna hitam … sering dianggap oli berkualitas buruk.

Padahal justru sebaliknya, perubahan warna oli menandakan bahwa oli telah bekerja dengan baik sebagai pelarut kotoran. Selanjutnya kotoran akan terbawa keluar pada saat pergantian oli dilakukan, karenanya dinding mesin akan terbebas dari kerak.

Dilain pihak, apabila perubahan warna tersebut terjadi dalam kurun waktu yang sangat dekat (terhitung sejak saat pergantian pertama), itu menandakan kemungkinan adanya kerusakan komponen didalam mesin sehingga oli cepat teroksidasi.

Kita jangan bingung2, pake aja oli yang bagus (mungkin harus 2-4 kali coba baru dapet, kayak pacaran aja kalau cocok jadi bini).
Kalau dilihat dibuku petunjuk motor hampir tidak disebutkan merk oli dan yang disebutkan hanya API SG 20w50 atau yang lebih baik. Jadi kalau anda pakai oli yang lebih baik kenapa takut garansi batal?
Coba tanya ke staff AHASS hal ini, apa jawaban mereka?

Untuk mencoba oli baru bisa ikuti prosedur berikut :
§ Sebelum ganti oli, coba bersihkan saluran bahan bakar dan kerak yang mungkin ada di mesin. Tidak usah bingung, bisa pakai carburator cleaner yang dituang ke tangki misal merk STP. Lakukan tiga hari sebelum ganti oli dan motor dipakai seperti biasa dan kalau bisa kecepatan agak tinggi, ini untuk membersihkan saluran bahan bakar dan endapan karbon.
§ Ganti oli dengan oli baru yang sesuai (jangan lupa ada JASO MA) termasuk filter olinya. Lakukan penggantian oli pada kondisi mesin panas agar oli lama keluar semua.
§ Coba deh pakai selama seminggu ada perubahan yang enak gak? kalau nggak berarti olinya tidak cocok. Perubahannya : – Suara mesin jadi lebih halus, tarikan lebih ringan, tenaga lebih mantap.

Oli merk apapun kalau sudah mendapat sertifikasi API (SG/SH/SJ/SL) dan JASO MA berarti oli itu sudah memenuhi standar baku yang cukup bagus dan memenuhi semua unsur yang diperlukan oleh mesin. Masalahnya banyak oli di Indonesia tidak ada ada sertifikasi tersebut. Coba lihat kemasan oli anda, kalau tidak ada sertifikasi tersebut apakah anda rela mesin anda menderita sengsara dan akhirnya turun mesin bahkan ganti mesin?

Berikut contoh Jenis-jenis Oli yang umum dipakai dan peredarannya mudah didapat di bengkel-bengkel resmi penyalur oli:

Oli Repsol:
§ Repsol Moto Racing 4T 10W50 Semi Synthetic Oil
Sertifikasi: API SJ; JASO MA
§ Repsol Moto 4T 15W50 Mineral Oil
§ Repsol Moto Sintético 4T 10W40 Semi Synthetic Oil
Sertifikasi: API SG; JASO MA; Honda Specs.

Oli Shell 4T:
§ Shell Advance S4 SAE 10W-40, 15W-40, 20W-40, 20W-50, SAE 40 Mineral oil
Sertifikasi:
API SF; belum JASO MA menurut Shell Singapore
(<http://www.shell.com/home/Framework…4_10171158.html&gt;)
API SL; JASO MA menurut Shell USA
(<http://www.shell.com/home/Framework…4t_ga_2101.html&gt;)
§ Shell Advance SX4 SAE 10W-40, 15W-40, 15W-50 20W-50 Mineral oil
§ Shell Advance VSX4 SAE 10W-40, 15W-50, 20W-40 Semi Synthetic oil
Sertifikasi: API SL – JASO MA
§ Shell Advance Ultra 4 SAE 10W-40, 15W-50 Synthetic oil
Sertifikasi:
API SG menurut Shell Singapore
API SL – JASO MA menurut Shell USA

Rasanya untuk produk oli import musti cek kemasannya sebab walaupun kemasannya sama tapi sertifikasi beda. Jadi yang disana beli 35.000 kok disini murah cuman 25.000 ternyata beda sertifikasi. Waspadalah…!

Oli Top1 :
§ SMO-MC SAE 20W-50 Semi Synthetic
Sertifikasi: API..??
§ EVOLUTION SAE 15W-50 Synthetic
Sertifikasi: API SL

Oli Esso ada 4 tipe :
§ Esso 4T 20W-40, 20W-50 (recommended for engine <50cc) Mineral Oil
Sertifikasi: API SF – JASO MA
§ Esso 4T Power 10W-40, 15W-40, 15W-50, 20W-50 Mineral Oil
Setifikasi: API SG – JASO MA
§ Esso 4T Pace 10W-40 Semi Synthetic Oil
Setifikasi: API SJ – JASO MA
§ Esso 4T Gold 10W-40, 15W-50 and 20W-50 Synthetic Oil
Setifikasi: API SJ, SH (15W-50) – JASO MA

Caltex:
§ Caltex Revtex Fully Synthetic 4T SAE 10W40,
§ Caltex Revtex Semi-Synthetic 4T SAE 20W50,
§ Caltex Revtex Super 4T SAE 10W40, 20W40, 20W50,
Sertifikasi: API SG, JASO MA
§ Caltex Revtex Plus 4T SAE 25W-40,
§ Caltex Revtex 4T SAE 40,
Sertifikasi: API SF, JASO MA

Mobil 1:
§ Mobil Super 4T SAE 15W-50,
Seritifikasi: API SG, JASO MA
§ Mobil Extra 4T SAE 10W-40
§ Mobil Racing 4T SAE 15W-50
Sertifikasi: API SJ, JASO MA

OLI AGIP :
§ AGIP Super 4T MINERAL 15W-50
§ AGIP TEC 4T SEMI-SINT. 15W-50
§ AGIP Racing 4T SINT. 20W-50
§ Sertifikasi: API SJ

OLI MOTUL :
§ MOTUL 3000 4T MINERAL 20W-50
§ MOTUL 5100 Ester SEMI-SINT. 15W-50
§ MOTUL 300V competition SINT. 15W-50
Sertifikasi: API SG – JASO MA

Ternyata oli mineral gak cocok untuk motor baru, so yang pakai repsol moto 15W50 siap2 ganti aja Jangan Keliru Memilih Oli Mesin MINYAK pelumas atau oli tidak akan terpisahkan dengan mesin kendaraan bermotor. Tanpa oli, mesin rontok. Bila oli berkurang, komponen akan cepat aus akibat gesekan antara kedua permukaan komponen. Karena itu, kelangsungan hidup mesin amat dipengaruhi oleh oli. Makin besar kerja mesin, makin penting peran oli. Hal serupa juga terjadi pada sepeda motor, terutama di kota-kota besar, di mana lalu-lintas cenderung macet, ruwet, dan suhu kian panas. Mengingat penting dan peranannya, oli menjadi ladang bisnis menggiurkan paling tidak tiap 2.000 km sampai 5.000 km– oli harus diganti. Berbagai merek dan jenis oli pun bermunculan di pasaran. Mulai dari oli biasa (konvensional) yang disebut pelumas mineral, sampai oli sintetis dan semi sintetis. Perbedaan ketiga jenis oli ini, bisa dilihat dari komponen dan unsur di dalamnya. Pelumas konvensional, umumnya terdiri atas 90% minyak dasar (crude oil), hasil penyulingan minyak bumi, ditambah 10% campuran bahan kimia aditif guna meningkatkan kinerjanya. Bahan kimia yang dipakai sebagai campuran biasanya detergen (pembersih), antioksidasi dan Index Viscosity Imorover (campuran peningkat kekentalan). Penggabungan unsur-unsur itu membentuk oli yang mampu melumasi mesin. Pelumas sintetis, sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan-bahan aditif. Jumlahnya menentukan jenis oli sintetisnya. Oli sintetis penuh (full synthetic oil) mengandung 100% bahan aditif, yaitu minyak dasar bahan kimia yang bukan dihasilkan dari penyulingan minyak bumi. Sedangkan oli semi sintetis pelumas yang dibuat dengan menggunakan minyak dasar bahan kimia dicampur minyak mineral. Mengingat proses pengolahannya tidak lagi mengandalkan minyak dasar, bahan kimia yang banyak diaplikasi sebagai pengganti antara lain ester asam berbasa dua, ester organo fosfat, ester-silikat, glicol-polialkilena, silikon, klorida sert fluor hidrokarbon. Mengingat bahannya masih alami, oli mineral amat cocok untuk motor motor lawas, seperti Honda C-70, Honda C-90Z, Supercup, Astrea 800, Yamaha V-75, Suzuki Crystal, Binter Mercy, dan sebagainya. Kelebihannya, oli tak mudah menguap saat mesin ada pada temperatur ideal, sehingga jeroan yang sudah aus tidak bertambah parah. Untuk mesin motor baru seperti Honda Supra, Karisma, Astrea Impressa, Yamaha F1-Z, RX-King, RX-Z, Kawak Ninja, Yamaha Vega, Yupiter, Kawak Kaze, Suzuki Shogun, dan sebagainya, bisa memakai oli semi-sintetis. Perpaduan unsur mineral dan kimia, mampu menjaga kondisi mesin tetap prima, tanpa meninggalkan kemampuan untuk melindungi komponen dalam mesin. Sedangkan oli full synthetic sangat cocok dipakai pada motor balap yang mesinnya terus menerus digeber pada putaran (rpm) tinggi. Oli ini mampu melumasi seluruh bagian mesin sampai di sela-sela kecil sekalipun. Tingkat kekentalannya pun stabil meski dalam kondisi ekstrem, dan mampu menjaga mesin meski pada suhu tinggi. Klasifikasi oli sintetis tidak berbeda dengan oli biasa. Pelumas sintetis mempunyai jenis klasifikasi tingkat kekentalan tunggal (single grade), misalnya SAE 20, SAE 40 dan SAE 50. Ada juga jenis klasifikasi tingkat kekentalan jamak (multigrade) antara lain SAE 15W-50 atau SAE 20W-50. Bahkan, pada aplikasi motor balap atau mesin berteknologi mutakhir, tingkat kekentalannya sering dibuat sangat ekstrem, misalnya SAE 5W-50, SAE 10W-60. Mengingat oli sintetis memiliki banyak keunggulan dan proses pembuatannya lebih rumit dibanding oli biasa, harganya pun relatif mahal. Nah, untuk memilih oli yang pas, sesuaikan dengan kebutuhan mesin motor Anda